Ada sebuah cerita sepasang wanita dan pria. Sosok pria ini adalah sosok yang sederhana tetapi memiliki sifat baik dan lucu yang membuat wanita ini cukup terkesima saat pertama bertemu. Pria ini tampak begitu menyayangi wanita ini walaupun pada awalnya wanita ini masih belum memiliki rasa yang begitu dalam kepada pria. Ketika wanita ini sakit, si pria berusaha ada untuknya, pria selalu merawat wanita ini dengan sabar. Ketika wanita ini ada masalah, si pria selalu membantu wanita ini dengan bijaksana dan bisa membuat senyumnya kembali ada. Melihat kebaikan pria ini, keberaniannya, kesabarannya wanita mulai menyayangi si pria. Ya, Si pria berhasil mencuri hati wanita ini. Dia masuk di hati wanita ini, sehingga wanita ini begitu bergantung kepada pria itu. Wanita ini begitu menyayangi dengan sepenuh hati kepada pria tersebut, apapun ia lakukan untuk membuat si pria bahagia. Dia berusaha menjadi wanita yang baik dimata pria itu. Dengan hobinya memasak, dan dia sangat senang jika hasil masakannya dimakan oleh pria itu. Di hari ulang tahun si pria, wanita itu berusaha memberikan kado terindah, walau itu sulit atau tidak seindah dan semahal kado orang lain, dia selalu melakukan sebaik mungkin.
Waktu berjalan, si pria memberanikan diri mengunjungi rumah wanita sehingga perkenalanpun terjadi antara pria dengan keluarga wanita. Dan ini merupakan kali pertama wanita memperkenalkan pria ke keluarganya. Wanita ini sedikit takut kepada ayahnya yang sangat sensitif jika anak perempuannya dekat dengan laki-laki. Saat awal-awal ayah wanita ini masih dingin terhadap pria, yah mungkin dia mengira wanita ini masih terlalu kecil untuk memulai pacaran. Tetapi seiring waktu berjalan, si pria juga berhasil merebut hati ayah wanita ini. Bahkan dia sudah dekat dengan keluarga besar wanita ini. Mulai kakak, kakak ipar, ponakan, tante bahkan neneknya. Keluarga wanita ini juga menaruh hal positif terhadap pria ini. Sampai tetanggapun juga ikut tau, karena ibu wanita ini sudah sering cerita tentang pria ini. Begitu juga sebaliknya, wanita ini diperkenalkan ke keluarga si pria setelah beberapa lama mereka menjalin hubungan. Tetapi karna jarak rumah yang cukup jauh (tidak bisa dirumah si pria terlalu lama karna tidak ada tempat untuk tinggal atau menginap) wanita ini hanya diperkenalkan kepada ayah, ibu dan adik dari si pria.
Setelah 4 tahun mereka melewati kenangan bersama-sama baik senang maupun sedih. Berbagi cerita, canda gurau, sedih, susah, sakit mereka lakukan bersama. Wanita ini bukanlah wanita hebat, dia orang biasa yang sangat mencintai pria tersebut dengan berbagai kekurangan dan kelebihannya. Satu kelemahan wanita ini adalah ia menginginkan perhatian lebih dari pria tersebut. Pria ini adalah sosok yang ambisius, suka bekerja. Sedangkan wanita ini sedikit cemburu, walau dia suka dengan sifat si pria. Ketika wanita mengeluh karna kurangnya perhatian, si pria berusaha meyakinkannya. Wanita ini selalu berusaha untuk mengurangi kelemahan itu, tetapi wanita ini seperti sudah terlanjur cinta kepada si pria. Ketika wanita ini menahan untuk bisa bertemu dengan pria, wanita ini justru tersiksa entah apa yang dilakukan si pria sehingga wanita ini tampak lemah. Wanita ini menjadi sangat lemah. Sehingga hanya kedatangan atau perhatian si prialah yang dapat menyembuhkan luka wanita ini. Hanya pria ini yang membuat harinya begitu indah. Hanya pria ini yang membuatnya merasa nyaman saat didekatnya.
Waktu berlalu hingga wanita ini akhirnya menyelesaikan kuliahnya. Si pria masih melanjutkan kuliah yang kurang 1 tahun lagi (karena masuknya lebih awal si wanita). Si pria belajar sesuatu yang menghasut fikirannya. Dia mulai berfikir masa depan. Perhatiannya pun menjadi sangat-sangat berkurang terhadap si wanita ini. Wanita ini pun kesal dan memilih untuk diam. Tetapi tak ada respon dari si pria seakan dia tak peduli dengan wanita itu lagi. Si pria tak mau terlena dengan kisah cinta ini lagi. Wanita yang sudah menanti perhatian si pria malah mendapat hadiah terburuk dari si pria. Ya, si pria memutuskan ikatan mereka. Alasannya si pria ingin fokus mengejar cita-cita, menurutnya wanita itu bisa menghambat karir si pria. Ketika permintaan maaf tak berarti bagi si pria, wanita ini begitu hancur. Dia bertanya tanya apakah salah dia mencintai si pria? apakah salah dia ingin perhatian dari si pria? salahkah wanita ini yang begitu mencintai si pria? Apakah kesalahan wanita ini begitu fatal? Apakah wanita ini membuat pria hancur atau terpuruk? Wanita ini begitu tak percaya dengan apa yang diucapkan si pria, wanita ini begitu hancur. Pria ini menghancurkan mimpi-mimpinya. Bayangkan ketika kita sudah cinta-cintanya, sudah menaruh harapan tiba-tiba mereka memutuskan begitu saja. Inikah akhir cerita cinta ? Entah sesakitnya sakit, ini adalah sakit yang paling perih yang pernah wanita itu rasakan. Setiap sakit yang pernah dirasakan waktu masih ada ikatan, wanita itu berusaha menahan, walaupun itu sakit tapi wanita itu berusaha bertahan karena wanita itu ingin bersama dia. Pasti ada jalan keluar, baik itu bicara terus terang atau apapun itu. Setelah si pria begitu dekat dengan keluarga wanita itu, begitukah si pria mengakhiri hubungan ini tanpa ijin sedikitpun ? Tidakkah merasa sungkan atau tidak enak dengan mereka, memutuskan hubungan dengan sekejap. Tidakkah si pria punya perasaan ?
Tidakkah dia memikirkan bagaimana perasaan wanita dan perasaan keluarga wanita jika ini terjadi ? Tentu keluarga wanita ini juga cukup kecewa, mereka juga ikut merasakan yang dirasakan oleh wanita ini. Ibunya pun ikut menangis ketika mendengar ini. Ayahnya juga kecewa, mereka tak menyangka pria yang sudah baik dan sudah dianggap anak sendiri tega menyakiti hati anaknya. Merekapun tidak tega dengan wanita ini yang selalu menangis.
Wanita ini berusaha sabar ikhlas, ketika wanita ini berusaha sudah biasa saja, kenapa si pria menyakiti dengan kata-kata lain yang tidak mengenakkan hati. Maksut hati untuk bergurau tapi si pria mengatakan dengan arogan. Apa dia belum cukup menyakiti hati wanita ini ? Apa belum puas ? Seolah belum puas, pria ini terus membuat pernyataan melalui media sosial yang membuat hati wanita ini sangat hancur. Pria ini seperti tidak menghargai perasaan wanita ini. Setelah mengambil hatinya, begitu mudah dia membuangnya. Ingatlah karma itu pasti ada, karma itu pasti datang. Wanita ini tak ada rasa dendam sedikitpun, tapi sakit yang dirasakannya ini terlalu sakit, ketika si pria menampar wanita ini kemudian wanita ini jatuh dan berusaha bangun lalu pria menamparnya kembali. Si pria tak akan pernah merasakan yang wanita rasakan. Si pria hanya sibuk dengan dunianya sendiri, egois, tanpa peduli dengan perasaan orang lain. Sejahat inikah pria dulu yang menjadi tempat spesial dihati wanita ini ?
Pria ini membuat pernyataan-pernyataan yang begitu memojokkan wanita ini, seakan wanita ini tak pantas untuknya, wanita ini bukan tipe nya. Lalu untuk apa selama ini ? batin wanita itu. Wanita ini begitu terpuruk, hingga tak bisa menahan air matanya di hadapan kedua orang tuanya. Sekarang hanya ibu dan ayahnya yang dapat mensupport dia. Wanita ini hanya bisa diam, dia hanya bisa kecewa dengan keputusan itu. Pria ini seketika menjadikan wanita ini bak princess, tapi juga dalam sekejap menjadikan wanita ini bak sampah. Wanita itu bertanya-tanya dalam batinnya, dimana janji manis yang diucapkan pria? apa semua itu omong kosong? Dan all the woman can do is "just be patient". Wanita ini sempat berputus asa dengan hidupnya, sesekali terbesit di fikirannya untuk hilang ingatan agar dia tak mengenal si pria. Tapi wanita ini juga bercita-cita membahagiakan kedua orang tuanya, salah satu cita-citanya yang dekat ini adalah bisa melihat ayah dan ibunya datang ke wisudanya dan melihatnya meraih predikat yang baik. Wanita ini hanya bisa sabar dan ikhlas. Ikhlas bahwa semua ini kehendak Tuhan, bahwa mungkin ini memang takdir yang harus dihadapi wanita ini. Walaupun perih, mungkin ini adalah awal yang baik untuk wanita ini, mungkin dibalik perih yang ia rasakan ada keindahan dibaliknya. Haha quotes ini memang indah tetapi tidak mudah untuk dilakukan. Kita dengan mudah menjalin silaturahmi dengan sesorang tetepi kita akan susah untuk memutus silahturahmi dengan seseorang. Wanita ini berpesan "Cukup aku saja yang merasakan ini, suatu saat jika kau dengan yang lain jangan lakukan ini kepadanya. Jangan mengajaknya terbang kalau kau akan menjatuhkannya."
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment