Putri Galuh adalah Putri intan yang rupanya sangat elok di pandang mata. Wajahnya bercahaya laksana bintang, kulitnya putih kemerahan. Matanya biru laksana air samudera tertimpa cahaya matahari. Saking eloknya, putri ini menjadi sangat terkenal di seluruh negeri (ahihihi.. ). Setiap orang membicarakannya. Tua, muda dan anak-anak.
Berbeda halnya, dengan Putri Sari, yang bergelar Putri Banih Baras. Rupanya sederhana, namun senantiasa digemari manusia, karena sangat membantu setiap orang. Bila ada orang kelaparan, putri ini selalu datang dan menghilangkan rasa lapar tiap orang, sehingga penduduk kerajaan menjadi sangat ketergantungan dengannya.
Lain lagi dengan Putri Kuning Gumilir, yang bergelar Putri Emas, wajahnya juga elok, selalu menyilaukan mata yang memandangnya. Setiap orang selalu ingin berdampingan dengannya.
Pada suatu hari, ketiga putri kerajaan Pamaton Meratus Nang Batuah ini, berselisih paham. Masing-masing mengaku paling disenangi rakyat negeri.masing-masing mengaku paling cantik dan paling berguna bagi rakyatnya.
Perselisihan paham ini, diketahui oleh Sang Raja Mahraja Dipahteh. Raja pun menengahi perselisihan ketiga putri ini. Raja memutuskan, bahwa yang berhak paling disukai oleh manusia atau rakyat adalah yang lebih dahulu disapa atau disentuh oleh ibunda mereka, yakni putri Saniang Komalasari.
Karena itu, ketiganya harus menghadap ibunda mereka di Paseban Agung Mahligai Balai Anjung Surung Sakapur Kinang. Pada hari yang ditentukan, datanglah ketiga putri yang semuanya cantik ini menghadap ibunda mereka.
Ketiga putri berpakaian dengan pakaian yang indah-indah. Ketika masuk ke dalam Balai Anjung Surung, langsung saja, ibunda Putri Saniang Komalasari menyapa Putri Sari. “Kuuur Sumangat…, anakku Putri Banih Baras…segera menghadap kesini , kepangkuan bundamu…!". Putri ini langsung menghadap bundanya. Rasa lapar dan rindu terhadap kasih sayang anaknya, menyebabkan Putri Saniang Komalasari sejenak melupakan dua putrinya yang lain.
Barulah setelah merasa cukup membelai dan menimang Putri Sari, Putri Saniang memandang dan memanggil Putri Kuning Gumilir dan Putri Galuh. Kedua putri ini tahu diri dan merasa dinomorduakan. Maka kedua putri ini berucap pada bundanya. “Wahai Bunda, kiranya Putri Banih Baras paling utama diperlukan Bunda dan rakyat, karena itu, kami berdua akan mengundurkan diri dari Balai Anjung Surung.
Kami akan masuk ke istana bawah tanah, kecuali kami benar-benar diperlukan, barulah kami akan datang dan membantu rakyat!”. Putri Saniang Komalasari merasa bersalah. Namun karena sudah kehendak kemauan kedua putrinya itu, maka bundanya pasrah saja kepada takdir yang sudah berlaku atas kedua putrinya itu.
Putri Galuh lebih dahulu masuk ke dalam istana bawah tanah yang paling dalam. Sedangkan putri Kuning Gumilir berada diatasnya. Rakyat Pamaton Meratus Nang Batuah tidak bias lagi memandang putri yang paling cantik dan paling indah di pandang mata.
Kecuali mereka harus memberi sesajen dan membuka istana bawah tanah agar bias menemukan kedua putri tersebut. Sesajen itu adalah : kopi pahit, kopi manis, bubur putih, bubur habang, madu kasirat, sirih kapur, rokokk daun nipah, kakoleh, cincin, wajik, telur ayam, kue hintalu burung, minyak likat babureh, dan lain-lain.
Kurang lebih 41 macam. Rakyat membuka istana bawah tanah dengan linggis, sekop dan cangkul. Mereka harus membawa linggangan, barulah dapat ketemu Putri galuh alias Putri Intan Jumantan, dan putri Gumilir Awan alias Putri Emas.
The Putri Galuh mythe is original story about “Diamond” from Banjar-Martapura people. If you want diamond, you can hard work.
No comments:
Post a Comment