/**/

Pages

Jika Pada Akhirnya Kamu hanya Kisah yang Memilih Patah dan Menyerah

Sunday, April 23, 2017

Jika pada akhirnya kamu hanya menamai diri sebagai kehilangan, untuk apa dulu datang mengajarkan ketenangan? Membuat aku merasa nyaman dengan segala hal yang kamu katakan. Kamu yakinkan bahwa semua yang kita jalani adalah hal-hal baik. Sesuatu yang baik untuk kita berdua. Namun, semuanya seolah berbeda hari ini. Apa yang kamu katakan baik untuk kita berdua ternyata hanya untuk kebaikanmu saja. Kamu memilih cara sendiri. Menjalani hidup dengan apa yang telah kamu nikmati. Melepaskan segala hal yang dulu dengan senang hati kita jaga.

Aku mencoba tenang dan belajar menerima. Namun, hati tetap saja merasakan betapa pedihnya luka. Mencintai seseorang, hidup bersamanya, menghabiskan waktu yang begitu lama. Namun, kenyataan pada akhirnya semua perjuangan hanyalah sia-sia. Bagaimana aku bisa menenangkan hatiku, jika pada kenyataannya, kamu tidak lagi seperti dulu. Kenyamanan yang kamu berikan seolah menjadi boomerang yang menghantamku berkali-kali. Tanpa henti, luka-luka menyayat hati.

Harusnya kamu pahami lebih dalam. Sebelum membuat aku jatuh dan tenggelam. Aku mencintaimu sepenuh hati. Jika kamu hanya ingin membuatku luka begini, mengapa mengajarka aku bahwa kamu memang begitu berarti. Kamu sia-siakan segala hal yang kuperjuangkan. Kamu abaikan segala bentuk doa-doa yang kusebut di malam-petang dan pagi. Kamu menjadi seseorang yang berhati tetapi tak mampu menggunakan hatimu. Kamu kejam!

Jika pada akhirnya kamu hanya kisah yang memilih patah dan menyerah, untuk apa dulu kamu bersikeras mengajakku berjuang melawan resah? Untuk apa dulu kamu utarakan segala hal yang ingin kamu lakukan di masa depan? Sementara, kini kamu hanya kenangan yang dengan susah payah kuhapus dari ingatan. Kamu harusnya tahu, aku orang yang mudah jatuh terlalu dalam mencintaimu. Jika kamu tidak berniat serius, seharusnya kamu menjauh lebih lama sebelum aku terjebak arus perasaanmu. Kini semuanya terasa menyakitkan, kamu memilih jalanmu sendiri. Kamu tinggalkan aku, yang kini dengan lambat belajar melupakanmu.


- Boy Candra

Efek Lelah Orang yang sedang Jatuh Cinta

Saturday, April 22, 2017

Sejujurnya, aku adalah orang yang paling patah saat kamu menginginkan kita pisah. Aku orang yang tak tahu harus berbuat apa saat kamu memilih pergi. Aku terluka, tetapi aku masih berharap kamu tetap disini. Aku sakit, tetapi aku masih ingin denganmu merakit impian dan menuai rindu. Semuanya begitu terasa teramat dalam. Perasaan padamu sudah tidak bisa kupendam. Aku hanya cinta kamu waktu itu. Aku hanya ingin kamu. Dan tak ada yang lain yang bisa kucintai selain kamu. Sebab, segalanya sudah kuyakini, kamu akan menjadi milikku. Meski kenyataannya membuatku teramat kecewa. Lukanya terlalu dalam menusuk dada. Hancur sudah aku dengan segala yang mendadak pilu.

Dulu, aku terlalu nyaman denganmu. Hingga aku menaruh semua perasaan hanya kepadamu. Tidak pernah berpikir untuk berpaling. Mungkin sebab itu juga rasanya teramat sakit saat kamu memilih mengakhiri yang telah kita ukir. Kamu melepaskan hatiku, kamu hempaskan aku dalam hal-hal yang tidak pernah kubayangkan. Kamu, seseorang yang kucintai terlalu dalam. Lalu, diambil oleh sesuatu yang tak ada dalam list rencanaku. Aku ingin memelukmu waktu kamu pergi. Menahanmu agar tidak meninggalkan aku sendiri.

Aku pernah berteriak kencang agar kamu tidak pergi. Namun, kamu tidak peduli. Kamu pura-pura tidak mendengar dan memilih berlalu. Pernah aku menangis sejadi-jadinya untuk membuatmu percaya. Namun, kamu tetap saja melangkah dengan tega. Kamu biarkan aku terpenjara luka. Berlinang sudah air mata. Namun, tak satupun hal yang kuperjuangkan kamu terima. Kamu melengahkan kepalamu. Seolah hatimu sudah kamu tutup untukku. Kamu lebih memilih diam , daripada menenangkan hatiku yang terluka semakin dalam.


-Boy Candra-

nb: paragraf terakhir tidak tertulis karna tidak menggambarkan isi hati saat ini, entah tidak atau belum.
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS